Monday, April 18, 2016

Wanita Pecinta Bunga



Ada yang berbeda ketika memasuki Kantor Bupati. Kesan feminim lebih terasa saat ini. Hampir setiap sudut ruangan sengaja ditata pot dengan beragam koleksi bunga. Wangi semerbak menyeruak memenuhi antero ruangan. Berhembus segar sepanjang hari. Menetralisir segala aroma yang diproduksi tubuh setiap manusia yang memasuki gedung mewah itu. Selain memberi kesan keindahan,  keberadaan bunga juga difungsikan untuk menangkal aura negatif yang datang dari berbagai penjuru.
Seni interior Kantor Bupati sengaja didesaign sedemikian rupa oleh Ibu Wakil Bupati. Wajar saja, dia adalah seorang wanita yang secara manusiawi mencintai keindahan dan kebersihan. Apalagi dia adalah seorang dokter yang notabene hatam betul dengan segala jenis kuman, bakteri dan virus penyebab penyakit. Matanya terbiasa dengan sajian estetika. Sangat cermat mengkritik sesuatu yang tidak pada tempatnya. Semuanya harus tertata rapi, asri dan memanjakan pandangan. Setiap ruangan diinspeksi untuk melihat penataan dan kebersihannya. Seluruh pegawai berjibaku dengan sampah, debu, dan jelaga. Tak ada lagi dokumen berserakan atau bertumpuk pada satu titik, tak ditemukan lagi barang rongsok di sudut ruangan, Tak terlihat lagi jamur yang tumbuh subur pada meja, kursi, lemari dan kaca jendela. Lantai menjadi kinclong hingga nyaris menjadi cermin. Sampai-sampai ibu-ibu yang terbiasa mengenakan rok, harus lebih ekstra hari-hati dalam berjalan karena kondisi lantai yang dapat memantulkan gambar secara jernih dan nyata. Sebagai pelengkap kesempurnaan, dipajanglah beberapa pot beserta bunga cantik nan menarik pada tempat-tempat strategis dengan maksud dan tujuan mulia. Menetralisir aroma dan energi ruangan.

Niat baik Ibu Wakil Bupati patut diapresiasi karena niat itu tidak berakhir dengan perintah lisan saja tetapi berkesempatan terjun langsung bergelut dengan tetek bengek pengaturan dan penataan kantor. Dan tidak jarang dia pun terlihat lelah seraya sesekali menyeka keringat pada wajahnya. 

Ibu Wakil Bupati baru 2 bulan menjabat. Jika melihat dari rentang waktu tersebut, sepertinya ada pesan khusus yang ingin disampaikan melalui karakter memimpinnya. Bahwa dia sangat perfeksionis dan profesional dalam bekerja. Selalu memastikan seluruhnya berjalan dengan baik, termasuk peduli terhadap hal remeh temeh mengurus bunga. Masyarakat terus menanti kinerja Ibu Wakil Bupati selanjutnya untuk berperan lebih aktif dan spektakuler untuk menyelesaikan urusan yang maha besar seklaigus sungguh-sungguh berorientasi pada kepentingan masyarakat. Tidak stagnan pada urusan merangkai dan menghias bunga.

Labuan Bajo, 13 April 2016

No comments:

Post a Comment