Ada
yang berbeda ketika memasuki Kantor Bupati. Kesan feminim lebih terasa saat
ini. Hampir setiap sudut ruangan sengaja ditata pot dengan beragam koleksi bunga.
Wangi semerbak menyeruak memenuhi antero ruangan. Berhembus segar sepanjang
hari. Menetralisir segala aroma yang diproduksi tubuh setiap manusia yang
memasuki gedung mewah itu. Selain memberi kesan keindahan, keberadaan bunga juga difungsikan untuk
menangkal aura negatif yang datang dari berbagai penjuru.
Seni
interior Kantor Bupati sengaja didesaign sedemikian rupa oleh Ibu Wakil Bupati.
Wajar saja, dia adalah seorang wanita yang secara manusiawi mencintai keindahan
dan kebersihan. Apalagi dia adalah seorang dokter yang notabene hatam betul
dengan segala jenis kuman, bakteri dan virus penyebab penyakit. Matanya
terbiasa dengan sajian estetika. Sangat cermat mengkritik sesuatu yang tidak
pada tempatnya. Semuanya harus tertata rapi, asri dan memanjakan pandangan. Setiap
ruangan diinspeksi untuk melihat penataan dan kebersihannya. Seluruh pegawai
berjibaku dengan sampah, debu, dan jelaga. Tak ada lagi dokumen berserakan atau
bertumpuk pada satu titik, tak ditemukan lagi barang rongsok di sudut ruangan, Tak
terlihat lagi jamur yang tumbuh subur pada meja, kursi, lemari dan kaca
jendela. Lantai menjadi kinclong hingga nyaris menjadi cermin. Sampai-sampai
ibu-ibu yang terbiasa mengenakan rok, harus lebih ekstra hari-hati dalam
berjalan karena kondisi lantai yang dapat memantulkan gambar secara jernih dan
nyata. Sebagai pelengkap kesempurnaan, dipajanglah beberapa pot beserta bunga
cantik nan menarik pada tempat-tempat strategis dengan maksud dan tujuan mulia.
Menetralisir aroma dan energi ruangan.
Niat
baik Ibu Wakil Bupati patut diapresiasi karena niat itu tidak berakhir dengan
perintah lisan saja tetapi berkesempatan terjun langsung bergelut dengan tetek
bengek pengaturan dan penataan kantor. Dan tidak jarang dia pun terlihat lelah
seraya sesekali menyeka keringat pada wajahnya.
Ibu
Wakil Bupati baru 2 bulan menjabat. Jika melihat dari rentang waktu tersebut,
sepertinya ada pesan khusus yang ingin disampaikan melalui karakter
memimpinnya. Bahwa dia sangat perfeksionis dan profesional dalam bekerja.
Selalu memastikan seluruhnya berjalan dengan baik, termasuk peduli terhadap hal
remeh temeh mengurus bunga. Masyarakat terus menanti kinerja Ibu Wakil Bupati
selanjutnya untuk berperan lebih aktif dan spektakuler untuk menyelesaikan
urusan yang maha besar seklaigus sungguh-sungguh berorientasi pada kepentingan
masyarakat. Tidak stagnan pada urusan merangkai dan menghias bunga.
No comments:
Post a Comment