Hari ini kamu berulang tahun.
Usiamu kini menginjak 45 tahun.
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini kita tak perlu merayakannya secara berlebihan.
Biasanya aku mengajakmu makan malam di sebuah restoran mewah.
Kencan spesial.
Biar lebih romantis, sengaja kita tidak membawa anak-anak.
Sebab kau sendiri tahu. Labuan Bajo-Kota Premium kita- beberapa hari terakhir sedang bermuram durja.
Dia terlihat murung.
Selintas berita menyesakkan dada hadir persis di penghujung tahun.
Sebuah kapal wisata karam disapu gelombang tinggi di Selat Pulau Padar.
Pulau eksotik yang dulu pernah kita daki bergandengan hingga puncaknya.
Mirisnya terdapat wisatawan asing yang dinyatakan hilang dan setidaknya hingga kini belum ditemukan.
Kamu juga rasakan suasana malam pergantian tahun kali ini tidak begitu meriah.
Suara petasan redup sunyi.
Terompet tahun baru hening layu.
Bukan karena hujan bulan Desember.
Lagi-lagi karena bentuk empati kita kepada keluarga korban kapal naas yang tenggelam pekan lalu.
Kita tunjukkan keprihatinan kita atas duka yang dialami.
Sekaligus kita perlu tunjukkan pada dunia bahwa Labuan Bajo masih layak dikunjungi.
Tapi kamu tidak perlu khawatir.
Aku tetap mengingat hari istimewamu ini.
Setidaknya aku menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun padamu.
Bukan sekadar ucapan tanpa makna tapi sarat dengan doa-doa terbaik yang dilangitkan.
Banyak harapan yang kudaraskan:
Semoga kamu panjang umur serta mulia.
Sehat jiwa raga, bahagia serta sukses lahir dan bathin.
Menjadi istri dan ibu sholehah bagiku dan anak-anak.
Menua bersama dalam suka dan duka.
Keluarga kita sakinah, mawaddah, warahmah serta senantiasa dalam lindungan, ridho dan keberkahan ALLAH SWT. Aamiin YRA 🤲🏻
Rumah Sernaru, 1 Januari 2026