Selamat Milad, Nak...
Hari ini kau kembali berulang tahun.
Usiamu kini genap 18 tahun.
Masih dalam kategori remaja.
Bahkan sebentar lagi menginjak dewasa.
Itu artinya dirimu tidak lagi menganggap kehidupan ini biasa-biasa saja.
Dinamika hidup pasti akan kau jelang.
Kau harus menentukan jalan mana yang akan kau pilih untuk menggapai pulau harapan.
Bukan sekadar jalan datar dan landai saja.
Tetapi juga menanjak, berliku dan bergelombang.
Jalan yang memiliki konsekuensinya masing-masing.
Agar kau tak keliru dan tersesat dalam rimba raya.
Bergurulah pada yang berilmu dan memiliki segudang pengalaman.
Termasuk petuah berharga dari kedua orang tuamu.
Dan bukan hanya itu, yang tidak kalah pentingnya.
Andalkan Sang Penciptamu dalam setiap keputusan yang kau tunaikan.
Sebab setiap peran yang kau lakoni.
dirimu sendiri yang akan mempertanggungjawabkan hak Ikhwal resikonya.
Di hari bahagiamu ini.
Lagi-lagi tak ada kado berwujud barang yang kuberikan.
Memang aku sengaja.
Agar kau semakin mengerti
Cinta dan kasih sayangku padamu tidak hanya berbentuk fisik.
Namun juga immateri:
Tidak terlihat karena dalam bentuk bisikan mulia dalam sujud panjang.
Tidak nampak karena lahir dari untaian pengharapan atas tengadah tangan di akhir sholatku.
Sederet lafadz doa agar Allah SWT senantiasa melindungimu.
Memberimu umur panjang.
Merahmatimu dengan kesehatan lahir bathin.
Menganugerahimu kesuksesan dunia akhirat.
Memberkahi hidupmu menjadi anak sholehah penyejuk mata kedua orang tuamu.
Serta suluh terang bagi adik-adikmu kelak.
Makassar, 6 April 2025
No comments:
Post a Comment