Ruangan itu dipenuhi orang-orang yang kebanyakan tidak saling mengenal. Berkumpul untuk maksud yang sama. Menunggu sesuatu. Di ruang tunggu.
***
Ruang tunggu biasanya tersedia di bandara, pelabuhan, terminal dan stasiun. Namun, tidak jarang juga terlihat di fasilitas publik lainnya seperti di rumah sakit atau tempat praktek dokter, di bank dan di kantor-kantor pemerintahan maupun swasta yang kegiatannya berinteraksi langsung dengan masyarakat umum. Fasilitas ruang tunggu sengaja disediakan untuk memberi kenyamanan kepada seseorang dalam menunggu sesuatu atau seseorang.
Mengangkat tema sederhana ruang tunggu menjadi menarik manakala juga membicarakan aktivitas orang-orang di ruang tunggu.
***
Saat menulis blog ini, saya sementara berada di dalam ruang tunggu Bandara Komodo Labuan Bajo. Di tengah-tengah penumpang lain yang sama-sama sedang menunggu jadwal keberangkatan pesawat. Tentu dengan tujuan masing-masing. Sambil menulis, saya mengamati tingkah laku orang-orang di sekitar.
Sebagian besar sedang memainkan ponsel mereka. Sudah bisa ditebak kalau mereka satu tanah air dengan saya. Ada yang membawa anak-anak. Dibiarkannya anak-anak mereka lari ke sana kemari. Beberapa kelompok terlihat sedang asyik bercerita. Sesekali tertawa lepas dan mengagetkan orang yang duduk diam namun sesekali menguap di dekatnya. Bahkan terlihat ada yang sedang tidur-tiduran di kursi panjang di sudut ruang tunggu. Sengaja menjauh dari kerumunan. Dua orang ibu-ibu tidak jauh dariku dari tadi sedang asyik menikmati makanan ringan yang dibawanya dari rumah sambil menonton layar tv besar yang menyiarkan berita demonstrasi di berbagai penjuru negeri. Tidak sedikit pula yang memanfaatkan momen dengan berselfie ria pada titik-titik tertentu. Bergaya sedemikian rupa dan klikkk. Satu gambar memenuhi memori.
Berbeda dengan aktivitas penumpang lokal. Saya juga memperhatikan bagaimana tingkah laku penumpang asing (baca: bule).
Di antara mereka, terlihat sedang bercengkrama. Saling menyela pembicaraan satu sama lain. Mungkin mereka sedang mendiskusikan sesuatu.
Beberapa sibuk dengan bacaannya. Sebuah buku tebal yang dipegang dibaca dengan serius. Seorang berkaca mata sedang mengetik di laptop yang ditaruh di pahanya. Sepertinya dia sedang melihat kembali foto-foto aktivitasnya selama di Labuan Bajo yang tampil di layar monitor. Beberapa orang memperhatikan informasi penerbangan pada layar besar di ruang tunggu. Memastikan informasi yang dilihatnya dengan tiket yang dipegang. Sepasang dari mereka bahkan ada yang nekat. Mengumbar kemesraan dengan berciuman. Satu dua kali dengan jeda beberapa menit. Tidak malu dengan orang di sekitarnya termasuk saya yang duduk tepat berada di belakangnya.
Untuk menjaga privasi penumpang dalam ruang tunggu ini, saya sengaja tidak mengambil gambar mereka.
***
Ruang tunggu didesain senyaman mungkin. Dimaksudkan agar orang-orang tidak dilanda kejenuhan menunggu. Seharusnya, saat berada di ruang tunggu. Banyak hal positif yang bisa dilakukan. Seperti beberapa orang bule yang memanfaatkan waktu dengan membaca buku. Kalaupun menggunakan telpon genggam, sebaiknya pula digunakan untuk membaca buku dan berita dari aplikasi online yang banyak tersedia. Tidak hanya sekedar main game-meskipun saya tahu ada juga manfaatnya.
Saya tidak tahu apakah menulis blog ini dapat dikategorikan kegiatan positif. Lamat-lamat petugas bandara memanggil seluruh penumpang pesawat tujuan Denpasar untuk segera masuk ke dalam pesawat. Saya pun bergegas ke pintu pemeriksaan tiket.
Labuan Bajo, 29 September 2019
No comments:
Post a Comment