Wednesday, August 22, 2018

Reuni itu Kan Kita Jelang

Di salah satu momen kita berkumpul
Dua puluh dua tahun bukan angka sedikit. Apalagi untuk mengukur durasi waktu lamanya kita tak bersua. Lebih dari dua dekade berlalu, saya masih merasakan keharuan itu. Perasaan semacam dicampuradukkan. Belum selesai kita bersorak gembira karena berhasil melewati ujian pamungkas EBTANAS bersama-sama sehingga pada saat membuka amplop kelulusan yang dibagikan guru dan dinyatakan lulus, langsung diperhadapkan pada situasi bahwa sebentar lagi kita akan berpisah. Dekat atau jauh dari pelupuk mata, sementara atau mungkin selamanya. Tak ada yang dapat menebak kapan momen kebersamaan itu akan berulang. Saya hanya dapat menduga bahwa ruang dan waktu tidak akan berpihak kepada kita untuk bertemu kembali secepatnya. Saya menjabat tangan bahkan mendekap tubuh kalian satu persatu. Saya merasakan pegangan dan pelukan kita lebih erat dari biasanya. Seperti sedang mengirim pesan kepada semesta bahwa agar momentum indah itu biarkan tetap terjaga. Bagi saya, walau hanya tiga tahun bersama kalian di SMPN Komodo, keakraban itu telah cukup untuk menciptakan sederet kenangan manis yang mustahil untuk dilupakan. Saya juga dapat memastikan bahwa tidak ada niat saya sama sekali untuk menghapus rangkaian kisah klasik kita di memori kepala saya. Kenangan indah bersama kalian tak pernah ada habisnya. Tak ada buku tebal yang memadai untuk menuliskan sejarah panjang bersama kalian. Sebab masing-masing dari kita mengambil bagian sebagai pelaku sekaligus saksi sejarah yang akan bertutur berdasarkan pengalamannya sendiri. 
 
Di usia kini, Nampak masih gagah dan cantik
Dalam jarak yang terbentang, kerinduan untuk menjalin kembali silaturrahmi semakin menggila. Saya merasa tali persaudaraan yang sempat terputus harus segera kita rajut kembali. Menyusun kembali puzzle-puzzle yang sempat terhambur. Membentuk bangunan komunitas alumni tempat kita pulang bersama. Menumpahkan segala keluh kesahmu. Menyalurkan cerita yang belum usai.
Reuni mini di salah satu restoran sudut kota
Sahabat, saya sudah tidak sabar bernostalgia dengan masa lalu itu. Mendengar langsung kisah perjalanan hidupmu selama ini. Mengulik kembali lembar kenangan saat kita bersama dulu. Saat kita sekolah, dengan segala dinamikanya. Kau masih ingat, seluruh wajah guru dan sahabat kita? Bagaimana kabar mereka sekarang? Firasat saya, mereka juga senantiasa menanyakan hal itu pada dirinya. Olehnya itu, saya mengetuk sanubari kalian. Mari kita ciptakan waktu dan ruang khusus untuk berkumpul kembali. Kita bereuni dengan alasan pernah dilahirkan sama dari rahim SMPN Komodo. Saya sadar waktu dan jarak kalian belum seirama namun kalian perlu menyadari bahwa kebersamaan itu sangat penting adanya. Bukankah kata orang bijak menjalin kembali silaturrahmi dengan cara berkumpul bersama dapat meningkatkan rezeki?

Sahabat bantu saya mewujudkan mimpi itu...

Labuan Bajo, 27 Juli 2018

No comments:

Post a Comment