Friday, May 10, 2024

Yaumul Milad Nilam..

Aku tahu, ingat dan hafal kapan kamu dilahirkan. 
Ibumu, kakak dan adik-adikmu serta orang-orang terdekatmu pun tahu hari paling bersejarahmu.
Bahkan tema pembicaraan mengenai hari jadimu semakin intens dibicarakan akhir-akhir ini. 
Ada yang mengaitkannya dengan hari ulang tahunku yang memang jaraknya berdekatan, kurang lebih sepekan.
Ada yang telah merencanakan untuk menggelar hajatan syukuran sederhana, meski itu belum kami sepakati.
Semua mengingat ulang tahunmu dengan jelas.
Meskipun aku tak mungkin lupa, aku tetap berupaya memasang alarm pengingat lewat Hpku.  
Namun sayang, manusia tempatnya khilaf.
Sering alpa dan lalai. Lupa dan cenderung amnesia.
Begitupun dengan aku. Ohh, ternyata bukan aku saja. Ibumu, kakakmu, adik-adikmu, kakek dan nenekmu, paman dan bibimy, sepupu-sepupumu semuanya seperti terserang penyakit lupa massal. 
Memori otak kami tak satupun ada yang mengingatnya lagi.
Bunyi alarm yang kupasang berlalu begitu saja.
Riuh pembicaraan dengan tema tunggal hari ulang tahunmu menguap tak berbekas.
Tadi pagi pun aku sempat mencermati kalender gantung. Menghitung sisa waktu libur cuti bersama.
Sungguh sama sekali aku tak mengingatnya. 
Tak tebersit sedikitpun dalam ingatanku kalau hari ini adalah hari ulang tahunmu. 
Hingga di suatu pagi, disaat sinar mentari masih hangat-hangatnya.
Hp ibumu berdering, sebuah nada notifikasi pesan chat masuk.
Sebuah pesan singkat masuk darimu.
"Ma, aku ulang tahun hari ini" begitu isi chatmi.
Sontak, mamamu kaget lantas menghampiriku dan memberitahu kalau kamu baru saja menyampaikan informasi super penting dan mendadak yang membuat kami kembali siuman. 
Astaga, aku tak menyangka. Sederet alasan tetap tidak sanggup meyakinkanku bahwa aku memang sudah lupa. Rencana matangku ambyar. 
Padahal sudah jamak, setiap memasuki pukul 00.01 WITA hari ulang tahun orang terkasih, aku menjadi orang yang pertama mengucapkan kalimat selamat milad. Pun denganmu.
Aku tidak mau berlaku salah untuk kedua kalinya. Memanfaatkan momentum sejenak.
Menengadahkan tangan, mengambil sikap berdoa. Melafazkan seuntai doa khusyuk kepada Allah Azza wa Jalla, Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Agung.
"Ya Rabb, Alhamdulillah atas rezeki umur panjang buat anakku, Nilam. Berkahilah usianya dengan penuh kebaikan. Semoga tetap menjadi anak sholehah. Kabulkanlah cita-citanya menjadi Hafidzah Al-Qur'an. Lindungilah dia selama menuntut ilmu di pesantren. Jadikan dia anak yang sukses dunia dan akhirat serta kelak menjadi sang penyejuk mata kedua orang tua dan sesamanya. Aamiin YRA 🤲